Showing posts with label messed up. Show all posts
Showing posts with label messed up. Show all posts
Ketika rasanya hari ini sama saja dengan hari kemarin, kemarinnya lagi, kemarinnya kemarinnya kemarin lagi, kemarinnya kemarinnya kemarinnya kemarin, dan ulang kata 'kemarin' sampai ratusan kali.

Lalu tersadar bahwa aku tidak melakukan apa yang aku niati.

Lalu aku mulai tidak percaya lagi dengan apa yang aku katakan, apa yang aku pikirkan.

Lalu tubuhku bereaksi.

Jantungku berdegup kencang, dadaku terasa sesak, dan seluruh tubuhku tidak bisa tenang. 

Seolah aku kehilangan kendali atas tubuhku sendiri

Seolah aku kehilangan kendali atas pikiranku sendiri.

Ketakutanku terjadi.

Kehilangan kendali.

Dan, ya.

Aku sedang kehilangan kendali.
     "Masih cantik aku," kataku memecah kesunyian.

     Kamu duduk diseberang meja, menyesap secangkir teh panas tanpa melihat ke arahku.

     "Aku lebih menyenangkan," tambahku.

     Aku meletakkan tanganku di atas meja dan berpangku tangan. Aku mengawasi gerak-gerikmu, menunggu reaksi atas pernyataanku.

     "Mungkin aku tidak lebih baik," ucapku, "tapi jelas, aku lebih mempesona."

     Kamu meletakkan cangkir teh ke tatakannya. Dengan matamu yang jernih, kini kamu membalas tatapanku.

     "Apa kamu bisa membuat orang lain bahagia?", tanyamu.

   Tatapanmu membuat aku bersedih. Bukan berarti kamu telah melukaiku, kamu hanya mengemukakan kebenaran, kejujuran, yang sebenarnya terlalu takut aku utarakan. Aku pengecut. Kamu tahu itu, tapi kamu tidak mengatakannya.

     "Sungguh aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpamu," ucapku lirih.

     Aku menyeruput es coklat dari gelas dingin yang ada di depanku. Rasanya sedikit pahit. Tapi aku suka pahitnya coklat. Selalu berhasil membuatku lebih baik tanpa basa-basi manisnya gula yang berlebihan.

    "Tidak bisakah kamu duluan yang merespon mereka?" tanyaku. "Aku merasa bersalah. Setiap datang kepadamu, aku menyadari bahwa aku tidak pantas untuk hidup, namun setelahnya kamu memberikan alasan mengapa aku harus hidup."

    Kamu kembali menyesap teh panas itu. Kamu tersenyum kepadaku. Kemudian kamu berkata,

    "Aku akan selalu di sini saat kamu membutuhkanku. Dan, ya, kamu selalu membutuhkanku seperti aku yang selalu membutuhkanmu."

    Tatapanmu lurus ke arahku. Tiba-tiba aku melihat diriku di dalam dirimu.

   "Kita adalah satu. Mengerti?", katamu sambil mengedipkan satu mata ke arahku.

    Aku tersenyum. Mengangguk.

    Lalu menghela nafas panjang.

   "Sudahlah," katamu, "Lepaskan..."

Melepaskan

by on June 22, 2014
     "Masih cantik aku," kataku memecah kesunyian.      Kamu duduk diseberang meja, menyesap secangkir teh panas tanpa melih...
Saat aku masih polos, aku tidak mengerti bagaimana seseorang dapat mengubah hatinya sebegitu cepat. Apakah hati memang bisa diubah? Atau kita terpaksa mengubah hati? Demi apa kita mengubah hati? Demi siapa?


Setelah bereksperimen dengan hatiku sendiri, kini aku paham. Hati tidak bisa diprediksi dengan mudah. Hati bisa dikelabui, tapi tidak bisa mengelabui. Katanya hati pintar memilih. Tapi aku tak pandai memilih. Apa aku tidak bisa mendengar hati? Apa hatiku tak berkata-kata?


Apa aku punya hati?


Changing Heart

by on June 17, 2014
Saat aku masih polos, aku tidak mengerti bagaimana seseorang dapat mengubah hatinya sebegitu cepat. Apakah hati memang bisa diubah? Atau k...
Yang dulu terpendam kini mendobrak keluar bersama air mata. Bukan mencari simpati, tapi meluapkan  isi hati, walaupun  aku merasa tercurangi. Baru sekarang? Harus sekarang? Di saat yang tidak tepat ini?

Lagi-lagi aku menyombongkan  diri. Aku dulu marah. Berpikir untuk mengamuk  dan melarikan diri. Aku tidak menutupinya.  Aku berkata bahwa aku tidak suka. Berkata bahwa aku tidak berminat dan berniat. Berkata bahwa pilihan yang jatuh kepadaku adalah salah, terburu-buru, tanpa pertimbangan yang matang.

Lagi-lagi aku ingin menjadi pusat perhatian. Lihatlah  aku sekarang. Apa kamu mendengar  tangisanku? Apa mereka yang tidak tahu menjadi mengerti  hanya  dengan air matamu?

Kenapa kamu tidak mengatakan  sesuatu kepada kami jauh hari?

Mengapa kamu berpura-pura kuat selama ini?

Lagi-lagi aku menganalisa. Kesalahanmu  kesalahan kami juga. Walapun kamu bukan satu-satunya yang salah arah, tapi kepura-puraan mu membuatku  marah. 

AS - U

by on December 21, 2011
Yang dulu terpendam kini mendobrak keluar bersama air mata. Bukan mencari simpati, tapi meluapkan  isi hati, walaupun  aku merasa tercuran...
2NE1, a girl band from Korea
I don't know why they took these pictures, I just googled it,
but I'm proud of them for being brave by showing their faces without make up.

One thing I know about beauty is it's all about perception. It doesn't matter to have flat nose, fatty arms, pimples, or whatever, if you perceive that beauty is not about the looks. But it is, sometimes, that's just the truth. I'm not talking about 'the truth' that pure comes from heart, but the truth that happens in reality. Sometimes people see beauty from what we looks physically. Sometimes beauty is skin-deep and that sucks.

Note : I always believe that beauty is all about what's on our mind.

Sometimes I get jealous when I see beautiful girls. Not just the pretty ones, but girls that so cute and so creative. I don't know whether it comes from last child factor or it's just me feeling envy. I'm not a type of girl that feeling and looking pretty in every seconds of the day, I'm grumpy and when I'm in the wrong mood I'm not even close from the word 'attractive'.

And today, I woke up on the wrong side of bed and that makes me feel ugly. And when we feel ugly, bam!, we are.

So I guess all I need to do is find a way to cure my bad mood and then I'll have confidence to feel pretty again. Hmmm... a stick of ice cream wont be bad...

I Feel Ugly Today

by on October 03, 2011
2NE1, a girl band from Korea I don't know why they took these pictures, I just googled it, but I'm proud of them for being brav...