Showing posts with label review. Show all posts
Showing posts with label review. Show all posts
Sejak ikut les renang pas jaman SD dulu, saya jadi suka olah raga yang satu ini. Banyak gerak tapi nggak kepanasan lha wong geraknya di air. Sehabis berenang pun badan langsung seger. Segernya dobel, dari olah raga dan dari berendam di kolam.

Dulu pas les renang di Tirta Sari, saya gabung dengan klub yang namanya Dolphin. Masih inget banget, kartu tanda les nya warnanya ijo daun dan ada gambar lumba-lumba di sampulnya. Lupa kenapa tiba-tiba saya bisa les renang gitu, kayaknya sih ikut-ikutan temen komplek. Mungkin karena pas dia les renang terus saya kesepian nggak ada temen mainnya sore-sore, jadi minta di les-in berenang juga. Waktu itu saya masih kelas 3-4 SD.

SD les berenang, SMP nggak pernah berenang, terus SMA kadang-kadang berenang sama kakak. Setelah bertahun-tahun kuliah dan belum lulus juga, sekarang saya bertekad untuk rutin berenang. Kangen sih, dasarnya suka berenang. Sekalian mau ngesehatin badan yang nggak pernah olah raga ini.

Masalahnya cewek-cewek berjilbab macam saya, kalau berenang harus di kolam renang khusus cewek. Mungkin ada sih, yang nyaman-nyaman aja pake baju renang serba tertutup di kolam renang umum, tapi saya sih kurang nyaman. Berhubung dengan pakaian renang saya yang masih seksi terbuka dan saya masih suka sama baju renang ini, saya belum punya niat untuk beli baju renang muslimah. Mulailah pencarian kolam renang di Jogja yang ada jadwal khusus ceweknya.


Salsabiela


Pas SMA saya kadang-kadang ke sini sama kakak perempuan saya. Tempatnya jadi satu sama SD Budi Mulia di dekat UPN sana. Maaf, nggak hapal alamat lengkapnya hehe. Ancer-ancernya, perempatan UPN ke selatan, ikutin jalan, nanti di kiri jalan ada SD Budi Mulia. Masuk aja, parkir di tempat parkir dengan rapi, terus masuk ke gedung paling timur. Ada tulisannya kok.

Ini jadwal jam khusus cewek seinget saya, di sana ada jadwalnya kok kalau mau survey dulu. Tanya aja sama yang jaga loket, nanti biasanya dikasih kertas jadwal.
Senin    14.30 - 20.00 WIB
Rabu     15.00 - 20.00 WIB
Kamis   16.00 - 20.00 WIB
Jumat    11.00 - 16.00 WIB

Alas kaki harus dilepas. Jadi di dalem beneran bersih.
Ada rak buat sandal/sepatu.

Enaknya di Salsabila itu murah. Tiket masuk buat umum Rp 12.000,-, mahasiswa Rp 8.000,-  dan anak-anak Rp 6.000,-. Tempatnya bersih, saya suka saya suka! :D
Kalau pas jam khusus cewek bisa pake tempat bilas cowok, jadi banyak deh tempat bilasnya.

Air nya juga lumayan. Lumayan bikin mata perih. Nggak ding, ya untung-untungan aja sih, habis dikuras atau enggak, soalnya dikurasnya setiap lima hari sekali. Tapi tetep terasa bersih kok, kolam renang mana sih yang nggak pake antiseptik. Jadi untuk lebih aman, jangan lupa pake kacamata berenang ya. Kalau nggak punya, di sini bisa nyewa kacamata berenang dengan harga Rp 3.000,-. Bisa nyewa baju renang juga, soalnya di sini nggak boleh berenang selain pake baju renang ya. Kalau nekat, nanti didatengin mbak-mbak yang jaga. Hehehe


Kenapa sih, nggak boleh berenang pake kaos biasa?

Setelah saya googling dan baca beberapa artikel, baju dari bahan katun bisa menyerap zat kaporit yang biasa digunakan di kolam renang sebagai antiseptik. Kaporit yang terserap baju katun bisa menggerus permukaan kulit kita dan bikin kulit jadi kasar dan kering. Selain itu, serat-serat katun bisa menyumbat filter dan pompa kolam renang. Kalau sering tersumbat, perawatan kolam renang bisa lebih ribet, menghabiskan lebih banyak waktu, tenaga, dan biaya. Nah, bahan baju renang biasanya kan lycra atau spandex, bahan tersebut nggak menyerap kaporit dan seratnya nggak mudah terurai. Selain itu, bahan ini bisa melindungi kulit dari sinar UV lho :D

*maafkan kalau ada info yang salah, soalnya cuma baca artikel populer, bukan ilmiah*

Naaah, jadi buat kalian yang bandel tetep pake kaos katun buat berenang, pertimbangkan juga akibatnya buat kulit kamu dan pihak manajemen kolam renang ya. Kasihan lho, kita udah nikmatin servis nya tapi kita nggak ngikutin peraturannya.  



Yak. Kembali ke Salsabila.

Nggak enaknya Salsabila adalah RAME BANGET. Beneran. 11-12 ramenya sama butiran cendol bercampur dengan santan, air, dan gula jawa di gelas kaca di tengah panas teriknya matahari. Jadi ya, kalau pas rame banget, cuma bisa renang impit-impitan aja. Belum lagi kalau banyak kimcil cewek-cewek yang cuma beremdam doang, nggak berenang, haha-hihi, atau malah foto-foto di kolam dengan kedalaman yang paling dalam (2 meter). Ngganggu orang yang niatnya memang berenang karena mereka menjajah tempat menclok cukup banyak. Hih. Saya cuma bisa cemberut.

Apalagi kolam renang Salsabila tidak terlalu luas. Nggak tahu sih, tepatnya berapa meter kubik, tapi yang jelas ya nggak luas. Kalau di sini, karena relatif ramai, cuma bisa berenang dari sisi satu ke sisi lain yang mengikuti sisi kolam yang pendek. Karena kolam ini kecil, jadi pas badan baru saja mendapatkan ritme renang yang pas, eh, udah kena tembok sisi satunya. Jadinya, ya. Begitulah.

Salsabila ini ada kantin dan musholanya. Walau sempit, tapi lumayan bersih.


Depok Sport Center (DSC)

Saya baru aja ke sini kemarin hari Jumat. Dulu pernah ke sini juga, tapi udah bertahun-tahun yang lalu. Mikirnya sih, karena udah lama nggak ke sini sekalian liat, ada yang berubah nggak. Harapannya, semakin bagus. Kenyataannya, engkau masih... seperti yang dulu... *let' sing along!*

Di DSC, ada tiga kolam. Kolam outdoor, kolam indoor, dan kolam indoor anak. Nah, untuk jam khusus cewek hanya berlaku di kolam indoor. Jadwalnya hari Kamis, Jumat, Sabtu, all day! Jadi nggak usah mikir jamnya, yang jelas harinya aja. Biaya masuknya kalau weekdays Rp 12.000,- kalau weekend kayaknya lebih mahal, tapi nggak tahu berapa hehe.

Kolamnya luas. Kalau boleh lebay, saya tulisnya luaaaaas. Kenapa saya tulis demikian, karena dibandingkan dengan orang yang berenang di dalamnya, serasa kolam renang pribadi.



Lihat ada garis biru untuk membatasi jalur? Kira-kira ada 3 atau 4 jalur gitu. Luas kan?



Nggak tahu ya, mungkin karena waktu saya ke sana itu hari Jumat jam 12-an atau emang biasanya sepi-sepi aja. Waktu saya ke sana, ada segerombolan anak SMA sejumlah 6 orang dan ibu-ibu 1 orang. Jadi kolam seluas itu isinya cuma ber-7. Wangun ra? 

Tempat duduknya sempit sekali dan hanya tersedia di salah satu sisi tembok.

Saya sih seneng kalau sepi begini. Tapi...di sini agak...horor. Ini menurut saya aja sih. Jadi gini, setelah anak-ana SMA itu mentas, ibu-ibu itu ngajak ngomong saya,
"Wah, mbak, tinggal kita berdua", sambil senyum ramah.
"Eh? Iya bu, hehe"
"Sendirian tho mbaknya?"
"Iya, hehe"
*lanjut berenang*
Setelah beberapa saat, ibu-ibu tersebut juga mentas. Saya udah agak deg-degan berenang sendirian. Tapi ya...saya tetep berenang bolak-balik saat mereka bilas dan masih duduk-duduk di pinggir kolam. Setelah mereka pergi dan ibu-ibu tadi di ruang bilas, saya pun mentas.

Akhirnya saya sendirian di kolam yang agak creepy ini.

Kenapa aku bilang agak creepy?

Suasananya hening. Nggak ada musik. Nggak ada lampu, penerangan cuma dari matahari di salah satu sisi dinding. Nggak ada petugas yang jaga.



Selain itu, area kolam indoor ini tidak terlalu bersih. Keramik di pinggir-pinggir kolam terlihat kotor. Tahu kan, kayak sedikit berlumut tapi kering, kesannya kotor gitu. Ada beberapa keramik yang dibongkar dan ada selangnya gitu, mungkin itu pompa atau apa saya juga kurang paham. Airnya dingin. Tapi tidak terlalu bening dan ada serangga atau daun kering mengambang gitu, pokoknya item-item nggak jelas, cuma dikit sih, tapi gara-gara itu saya nggak bisa berenang dengan gaya bebas, takut itu masuk mulut pas ngambil nafas. Terus tangga untuk naik dan nyemplung kolam cuma satu, kecil pula, di pojokkan. Nek nanti ada apa-apa piye? Mana badanku berat, nggak bisa langsung naik tanpa tangga :v

Sebenarnya, saya ini yang terlalu paranoid sih.

Aniway, saya pun masuk ke ruang ganti dan ketemu ibu-ibu tadi.

"Eh, udah selesai mbak?", sapanya.
"Iya, udah bu, hehe"
"Saya duluan ya,"
"Oh iya Bu..."

*saya heha-hehe melulu ya*

Saya pun bilas. Di ruang ini ada empat bilik ganti yang nggak tinggi, tingginya cuma sekepala aja. Terus ada lemari loker, bisa naruh baju atau peralatan mandi di situ. Nah di depan lemari ini ada tembok dengan empat atau lima shower. Temboknya nggak sepenuhnya menutup, tapi atapnya tinggi. Showernya nggak dipisah di bilik-bilik, melainkan satu deret di salah satu sisi tembok. Agak was-was sih. Saya bilas sambil ngecekin atas terus atau noleh-noleh paranoid.
Karena tempat bilasnya di ruang terbuka, saya bilas dengan baju renang utuh. Nggak penak, saudari-saudari. Rasanya nggak bersih. Di beberapa titik lantai ada genangan air yang mungkin dari atap bocor atau apa. Kalau saya sih risih. Setelah ganti baju, saya pun kembali ke pinggir kolam untuk mengeringkan rambut.

Sehabis pake sunblock, karena saya naik motor dan menempuh 30 menit perjalanan dari sini ke rumah, saya mendengar suara orang dateng.

Ada mbak-mbak berdua masuk. Beberapa menit kemudian, ada dua mbak-mbak dateng lagi. Tahu-tahu musik berkumandang di seluruh area kolam.

Hmm.

Saya pun menyesal udah mentas duluan, padahal  belum puas berenang. Aargh! Dasar porno, eh, parno!

Kemudian, saya menyadari hal yang nggak penting. Handuk saya merk nya BigBang. *Wow, fantastic, baby!*


Ya sudah lah. Kalau mau berenang di sini harus ngajak temen nih biar nggak paranoid. *lempar HT ke Wanda sama Hita*

Hmmm besok renang di mana ya? Kalau awal minggu udah pasti cuma bisa di Salsabila, kalau weekend ya galau deh. Kedua kolam renang di atas ada kelebihan dan kekurangannya maisng-masing. Ah. Galau. Saya cuma dua kolam renang itu yang aku tahu ada jam khusus ceweknya. Kalau ada yang tahu tempat lain, kasih tahu saya ya :D

Berenang Yuk!

by on May 31, 2014
Sejak ikut les renang pas jaman SD dulu, saya jadi suka olah raga yang satu ini. Banyak gerak tapi nggak kepanasan lha wong geraknya di air....
Taken from here

I'll Be There For You
(by The Rembrandts)


So no one told you life was gonna be this way *clap*clap*clap*clap*
Your job's a joke, you're broke, your love life's DOA 



It's like you're always stuck in second gear
When it hasn't been your day, your week, your month, or even your year

but.. 

I'll be there for you
When the rain starts to pour
I'll be there for you
Like I've been there before
I'll be there for you
'Cuz you're there for me too...

You're still in bed at ten and work began at eight 
You've burned your breakfast so far... things are goin' great 

Your mother warned you there'd be days like these
Oh but she didn't tell you when the world has brought
You down to your knees that...

I'll be there for you
When the rain starts to pour
I'll be there for you
Like I've been there before
I'll be there for you
'Cuz you're there for me too...

No one could ever know me
No one could ever see me
Seems you're the only one who knows
What it's like to be me
Someone to face the day with
Make it through all the rest with
Someone I'll always laugh with
Even at my worst I'm best with you, yeah

It's like you're always stuck in second gear 
When it hasn't been your day, your week, your month, 
or even your year...

I'll be there for you
When the rain starts to pour
I'll be there for you
Like I've been there before
I'll be there for you
'Cuz you're there for me too...

I'll be there for you
I'll be there for you
I'll be there for you
'Cuz you're there for me too...


Copied from here

Taken from here


Rachel Green (Jennifer Aniston) batal nikah dan kelayapan di sebuah coffee shop dengan mengenakan gaun pengantinnya di suatu siang. Monica Geller (Courteney Cox) berhasil menurunkan berat badannya secara drastis. Ross Geller (David Schwimmer) yang bergelar professor antropologi meratapi perceraiannya dengan wanita yang ternyata lesbian. Chandler Bing (Matthew Perry) selalu berupaya untuk melucu di setiap suasana, apalagi saat ia sedang nervous. Phoebe Buffay (Lisa Kudrow) yang tumbuh di jalanan dan terkadang berperilaku 'aneh' senang bernyanyi dan menciptakan lagu yang tidak biasa. Joey Tribbiani (Matt LeBlanc) yang kekanak-kanakan merintis karirnya sebagai aktor dan memiliki hobi tidur bersama wanita cantik yang bahkan tidak ia ingat namanya.

Taken from here

FRIENDS bercerita mengenai enam sahabat dan kesehariannya. Genre nya comedy-romance. Latarnya Manhattan, tapi syutingnya di set studio. Itu lho, kayak Suami-suami Takut Istri. Hahahaa...tapi jangan kuatir, komedinya lebih lucu dan suara tawa penontonnya nggak palsu kayak kebanyakan sitkom Indonesia. Menghibur kok, dengan isu-isu yang biasa terjadi pada dewasa muda, khususnya dewasa Amerika, seperti pernikahan, pekerjaan, hubungan romantis, atau sekedar kejadian sehari-hari yang bisa dialami oleh siapa saja.

TV series ini ditayangkan dari tahun 1994 sampai 2004. Yup, 10 tahun lamanya. Coba tengok, sitkom Indonesia mana ada yang tahan selama 10 tahun. (Hehehe, dari tadi ngebandingin terus ih, udah ah :p) Jadi kalau baru nonton sekarang, kita bisa bener-bener liat perubahan gaya pakaian mereka dari season ke season.

Nah, karena berlatar tahun 90-an, teknologi yang muncul di series ini juga teknologi tahun 90-an, seperti  pager, walkman, dan  fax. Nggak cuma teknologi sih, informasinya pun juga yang lagi hip di tahun tersebut, misalnya saat mereka memperbincangkan artis, untuk anak muda atau remaja jaman sekarang mungkin akan mengkerutkan kening ketika mendengarnya. Aku juga kadang nggak tahu sih. Hehehe

Menyenangkan. Untuk aku, series ini lucu banget, nggak akan bosan ditonton! Rekomendasi nomor satu buat temen-temen yang suka serial komedi barat! :D

Aku ada beberapa episode favorit, seperti waktu mereka taruhan siapa lebih kenal siapa (season 4) --> ada quote favoritku di sini oleh Monica Geller : THAT'S NOT EVEN A WORD!!

Taken from here


Sama waktu thanksgiving (kalau nggak salah season 8) di mana Brad Pitt jadi bintang tamunya. Terus waktu nikahannya Phoebe juga. Terus waktu mereka ikut lotre. Sama waktu thanksgiving di season 10. Dan...masih banyak sih, aku nggak hapal. Maaf ya, aku fans yang kurang baik  -_____- 

Dari series ini banyak hal yang aku pelajari, teman-teman. Hehehe.

Ternyata untuk menjadi orang dewasa nggak melulu berpikiran serius, sah-sah aja ketika kamu berperilaku konyol bersama teman-teman dekat. Mengikuti passion dan kata hati itu penting, itulah kunci untuk mengenali diri. Menjadi diri sendiri tanpa melanggar hak orang lain itu boleh, nggak masalah. Cinta itu rumit, apalagi kalau nggak diakui. Apapun kesalahannya, minta maaf dengan tulus ke sahabat akan selalu dimaafkan, berapa pun lamanya proses dan konsekuensi yang harus dihadapi. Rahasia itu ada baiknya untuk disimpan sendiri, tapi baik pula untuk dibagi bersama sahabat yang terpercaya. Menikah itu...simpel, pernikahannya yang ribet. Jodoh udah ada yang ngatur, kalau emang jodoh nggak akan ke mana-mana --> sedikit penerangan untuk yang lagi galau jodoh.

Taken form here

Yang paling penting dari keseluruhannya sih...bahagia itu banyak caranya. Bukan hanya karena mampu membeli sesuatu atau status pernikahan. Selagi ada yang menemani dengan tulus dan jujur, hidup rasanya akan lebih mudah. Itulah pentingnya untuk menjadi sahabat yang baik, membangun kebahagiaan diri dengan belajar membahagiakan orang lain :)

Taken from here

*curhat dikit*
Setelah melihat series ini, aku jadi merasa bahwa aku bukanlah teman yang baik. Aku nggak selalu ada saat dibutuhkan. Aku nggak selalu merespon dengan kepedulian yang maksimal.
Aku masih harus belajar lagi menjadi teman yang utuh.
Aku sendiri kadang masih ngerasa sendirian sih....
It feels terrible. 

F.R.I.E.N.D.S

by on February 01, 2012
Taken from  here I'll Be There For You (by The Rembrandts) So no one told you life was gonna be this way *clap*clap*cl...
I wanted to go to Lir after one of my fellas told me there's a cafe which serves Butterbeer from Harry Potter series and ginger ale from Enid Blyton's novels. This is like the dream comes true, I always curious with the 'limun jahe' in Famous Five series! So, two days ago I went to Lir Shop with my friends.



Lir Shop took place in Jl. Anggrek1/33 Baciro, Yogyakarta. It was a small cafe in the middle of redisential, so it's a bit hard to find it. The atmosphere was so quiet when I got there. In the front of the shop, there was a tree with cups dangled on it. It got me thinking, it would be wonderful if they put little lamps in the bottom of the cups and turn them on at night. But I think Lir's idea was 'go green', so it's a slight opportunity for them to do that such a wasful decorative things. But still, I think it was a great idea ;)

the dangled cups
what a pity, we didn't come when the bands playing :(

They named their cafe Mooi. There was only one table of costumers when I got there. There were only six tables so I was glad that we had choices to decide where we gonna sit. When we arrived, the waiter gave us menu and The Story Tree Book (if I'm not mistaken) which the customers can write anything about their day at Lir Shop.

The chairs and the tables were outside the shop. The  chairs and the table were cute, they were in white and green pastel color. I like the table number, it was so cute and colorful. It gave us feeling like we were in the middle of picnic in summer time. I'd always prefer autumn and winter atmosphere, but I enjoy summer and spring too.


it's so cute, isn't it?

our table

the menu is so adorable <3

It was around 1 pm when I and my friends order our food. I was a bit disappointed when I found out that the ginger ale didn't come in personal glass but in a pitcher, so I didn't order that... :(

Here's some pictures of food and beverage we ordered.

hot butterbeer

citrus smoothies

curry fried rice

mother bear's porridge
I ordered some beverage called Pink-something-Summer too (i dont remember the complete name), but i forgot to take the picture. Overall food had a good taste but the curry fried rice was too salty for me.

The food costs around 9k - 25k, and the beverage was about 4k - 14k. I'm not sure about the cost range because I don't remember the cheapest and the most expensive menu -____-

After a long chat with my friends and had some laugh, we went inside to the shop. There was Summer and Spring Store which provide some clothes, bags, and jewelry in summer theme. Well, it seems like the owner really loves all the things about summer and spring time :)

What I like about Lir Shop :
               + very quiet atmosphere, nice place to relax or to read some books
               + cute summer-spring stuff
               + tasty food and beverage
               + not too expensive
               + friendly waiter/waitress
               + at sometimes, they hold nice and creative events (i know it from their blog)

What I don't really like about Lir Shop :
               - one of the napery in my table had wide stain on it, though it was a clean table
               - theres just little variation of food in menu


Anyway, my friends and I had a nice day at Lir Shop! I will go there again someday. Maybe you should try the taste of Mooi by Lir Shop too, where the fiction and reality mingle. That's what they say, so come and prove it! :)

{Lir} Shop : Review

by on September 09, 2011
I wanted to go to Lir after one of my fellas told me there's a cafe which serves Butterbeer from Harry Potter series and ginger ale fro...