Sebelumnya mungkin ada yang komentar, kenapa sih saya suka banget ganti nama blog atau domain dan lain-lain. Hmmm kenapa ya? Hahaha, I don't know for sure. Saya pikir akan lebih mudah jika memulai sesuatu yang baru dibandingkan melanjutkan yang sudah ada. Makanya saya gonta-ganti sana-sini, nggak konsisten. Saya mudah bosan, sebenarnya. Pikiran saya suka loncat-loncat, kalau ada ide baru saya akan menggebu-gebu untuk membahasnya dan ide-ide seblumnya bisa terlupakan begitu saja.

Tapi saya pengen konsisten.

Saya pengen bisa rutin melakukan banyak hal. Dari bangun pagi, nulis skripsi, nge-blog, ngelanjutin proyek tulisan, sholat tepat waktu, tidur nggak kemalaman, dan istirahat yang nggak saya panjang-panjangkan sendiri. 

I feel funny, actually.

Semenjak SMA saya pengen banget dapet kebebasan mutlak. Tanya deh, sama teman bangku saya (Tyas, I miss you~), dia dulu pernah bilang kalau saya tuh pengen banget bebas berekspresi tapi saya nggak bisa. Kenapa nggak bisa? Hmmm, let see. Hormon. Ya, karena hormon, menurut saya. Masa-masa remaja saya dipenuhi dengan 'Kenapa aku nggak bisa kayak gitu? Kenapa orang lain nggak ngerti? Kenapa orang-orang pada ngeliat aku alim padahal aku emo? Emangnya jadi anak baik itu harus wadulan? Aku bisa kali, nakal sekali-kali, tapi bukan berarti aku harus nyontekin anak sekelas kan?' dan seterusnya. Saya yakin, semua remaja pasti pernah melewati masa-masa itu. Ada yang cepat pulih, ada yang terus-terusan di situ sampai umur kronologis nya melewati batas remaja (ehm).

Kalau saya dulu, bebas yang saya inginkan adalah bebas berekpresi. Terkait dengan gaya yang saya sukai namun saya disuruh untuk memakai jilbab sama Papa saya. Dulu, nggak banyak yang jual jilbab paris warna-warni, it's either putih polos jilbab anak sekolahan atau corak-corak agak norak yang dipakai ibu-ibu. Padahal, saya dulu suka gaya emo-gothic-rock n roll-tomboy-yo koyo ngono lah. Dulu juga masih jarang banget gaya-gayaan jilbab kayak sekarang. Saya dulu juga nggak begitu gaul fashion, yang bisa beli macam-macam baju yang ingin saya ekspresikan.

Sama lah, isunya. Jati diri, ekspresi diri, dan lain-lain.

Dan sekarang, saya pengen hidup yang teratur, jadi orang baik, dandan cantik seperti wanita seumuran saya, rapi, dan bermasa depan.


Yeah, right.

 Nggak gitu juga sih sebenarnya hahaha :D

Yang jelas, saya pengen lebih teratur aja, biar skripsi saya cepat kelar terus saya bisa cari kerja, cari kost-kostan, dan hidup mandiri kayak di TV-TV series barat gitu. Sayang banget di Indonesia apartemen itu jarang, banyaknya kost-kostan :p

Anyway.

Setelah menimbang dan mengukur, apakah saya membutuhkan dua blog untuk memisahkan antara tulisan kehidupan pribadi saya dan cerita-cerita kegalauan yang jadi karya fiksi, saya rasa nggak perlu ya. Jadi saya balik lagi ke sini aja. Ngelanjutin blog ini aja. Walaupun postingan lama saya revert to draft untuk saya update, jadi menghilang untuk sementara waktu di laman ini. 

Okay. That's all for the start.

Terima kasih sudah membaca :)
Pagi itu aku ndomblong sendirian di depan gedung sebelah barat. Setelah membantu seorang teman mengerjakan tugasnya, aku kembali duduk-duduk sambil celingukan. Anak-anak angkatan 2009 sebagian besar ada kelas jam 10.30, jadi wajar kalau aku nggak ada temen ngobrol. Sudoku di salah satu surat kabar jadi pelampiasan. Tapi sayang, aku gagal menyelesaikannya dan itu membuatku frustrasi.

Meliriklah aku ke salah satu bilik di gedung tersebut. Pintunya sengaja aku buka sekitar setengah jam yang lalu, biar udara pengap di dalamnya tergantikan dengan udara yang lebih segar. Sekarang ada beberapa orang yang duduk melingkar di dalamnya. Tidak lama kemudian beberapa  orang masuk satu persatu dan bergabung. Pintu pun ditutup.

Sedih rasanya, seperti kehilangan tempat tinggal. Semakin sedih pula ketika aku teringat bahwa ada beberapa urusan yang belum aku selesaikan di bilik tersebut. Aku menyesal tidak dapat melaksanakan tugasku dengan baik. Hasil dari pekerjaanku jauh dari kata baik. Mengecewakan. Aku telah meninggalkan seonggok sampah yang penuh dengan penyesalan.

Aku pun mengirim pesan cinta kepada mantan pimpinan. Penyesalan selalu datang belakangan, itu yang aku sayangkan. Kenapa aku tidak menyadarinya dari awal? Kenapa aku terlalu sibuk dengan kepentinganku sendiri? Sekarang perbaiki, katanya. Sebisa mungkin. Oke, aku akan berusaha.

Mereka bilang kekeluargaan. Namun kami tidak merasa seperti keluarga. Setidaknya aku tidak merasa seperti keluarga. Kekeluargaan sepertinya hanya alasan untuk tidak disiplin dan bekerja semaunya.  Keluarga semestinya kompak. Keluarga itu mendengarkan, berbagi, memahami, dan menerima. Itu idealnya.

Perlu diingat, tidak semua keluarga ideal. Bisa jadi keluarga yang kami jalani selama satu tahun ini broken home. Aku bingung, kenapa kami bisa seperti ini. Dulu kami rajin berkomunikasi, makan bersama layaknya sebuah keluarga. Aku pun mulai menerima dengan pasrah pekerjaan yang tidak aku sukai itu. Namun sesuatu terjadi. Entah karena bosan atau telah menemukan keluarga lain yang lebih menarik. Lalu kami jadi seperti ini. Jarang berbincang. Pergi dengan urusan masing-masing.

Manis di awal. Pahit akhirnya.

Aku tidak berkata bahwa aku tidak bersalah. Bahkan bisa dikatakan aku yang memiliki kesalahan yang paling fatal. Hanya pekerjaanku yang belum beres. Sekarang aku merasa seperti hantu yang kelayapan karena punya unfinished business.

Kalau boleh membela diri lagi, aku akan membawa mereka ke hari di mana aku menolak pekerjaan ini. Bukan karena malas, tapi aku tidak suka birokrasi dan aku sering melakukan prokrastinasi. Mengapa itu bisa luput dari perhatian mereka? Keputusan yang terburu-buru, ku rasa. Opsi yang tidak tersedia dengan imbang. Pekerjaan itu pun aku pikul dengan terpaksa.

Sekarang bisa dilihat hasilnya. Aku mengecewakan banyak orang. Aku mengecewakan diri sendiri. Aku tidak total. Aku terlalu sibuk membenci pekerjaanku sehingga pekerjaan itu sendiri tidak terurus. Udah lah. Pembelaan yang tidak penting, sebenarnya. Pembelaan yang hanya menunjukkan betapa lemah dan sombongnya aku. Padahal akhirnya ya…menyesal kan.

Sekarang sedang aku usahakan. Aku kembali menyentuh berkas yang terabaikan.

Semoga cepat selesai.

Aku nggak mau jadi hantu penasaran.

21 Februari 2012

by on February 24, 2012
Pagi itu aku ndomblong sendirian di depan gedung sebelah barat. Setelah membantu seorang teman mengerjakan tugasnya, aku kembali duduk-dud...
Taken from here

I'll Be There For You
(by The Rembrandts)


So no one told you life was gonna be this way *clap*clap*clap*clap*
Your job's a joke, you're broke, your love life's DOA 



It's like you're always stuck in second gear
When it hasn't been your day, your week, your month, or even your year

but.. 

I'll be there for you
When the rain starts to pour
I'll be there for you
Like I've been there before
I'll be there for you
'Cuz you're there for me too...

You're still in bed at ten and work began at eight 
You've burned your breakfast so far... things are goin' great 

Your mother warned you there'd be days like these
Oh but she didn't tell you when the world has brought
You down to your knees that...

I'll be there for you
When the rain starts to pour
I'll be there for you
Like I've been there before
I'll be there for you
'Cuz you're there for me too...

No one could ever know me
No one could ever see me
Seems you're the only one who knows
What it's like to be me
Someone to face the day with
Make it through all the rest with
Someone I'll always laugh with
Even at my worst I'm best with you, yeah

It's like you're always stuck in second gear 
When it hasn't been your day, your week, your month, 
or even your year...

I'll be there for you
When the rain starts to pour
I'll be there for you
Like I've been there before
I'll be there for you
'Cuz you're there for me too...

I'll be there for you
I'll be there for you
I'll be there for you
'Cuz you're there for me too...


Copied from here

Taken from here


Rachel Green (Jennifer Aniston) batal nikah dan kelayapan di sebuah coffee shop dengan mengenakan gaun pengantinnya di suatu siang. Monica Geller (Courteney Cox) berhasil menurunkan berat badannya secara drastis. Ross Geller (David Schwimmer) yang bergelar professor antropologi meratapi perceraiannya dengan wanita yang ternyata lesbian. Chandler Bing (Matthew Perry) selalu berupaya untuk melucu di setiap suasana, apalagi saat ia sedang nervous. Phoebe Buffay (Lisa Kudrow) yang tumbuh di jalanan dan terkadang berperilaku 'aneh' senang bernyanyi dan menciptakan lagu yang tidak biasa. Joey Tribbiani (Matt LeBlanc) yang kekanak-kanakan merintis karirnya sebagai aktor dan memiliki hobi tidur bersama wanita cantik yang bahkan tidak ia ingat namanya.

Taken from here

FRIENDS bercerita mengenai enam sahabat dan kesehariannya. Genre nya comedy-romance. Latarnya Manhattan, tapi syutingnya di set studio. Itu lho, kayak Suami-suami Takut Istri. Hahahaa...tapi jangan kuatir, komedinya lebih lucu dan suara tawa penontonnya nggak palsu kayak kebanyakan sitkom Indonesia. Menghibur kok, dengan isu-isu yang biasa terjadi pada dewasa muda, khususnya dewasa Amerika, seperti pernikahan, pekerjaan, hubungan romantis, atau sekedar kejadian sehari-hari yang bisa dialami oleh siapa saja.

TV series ini ditayangkan dari tahun 1994 sampai 2004. Yup, 10 tahun lamanya. Coba tengok, sitkom Indonesia mana ada yang tahan selama 10 tahun. (Hehehe, dari tadi ngebandingin terus ih, udah ah :p) Jadi kalau baru nonton sekarang, kita bisa bener-bener liat perubahan gaya pakaian mereka dari season ke season.

Nah, karena berlatar tahun 90-an, teknologi yang muncul di series ini juga teknologi tahun 90-an, seperti  pager, walkman, dan  fax. Nggak cuma teknologi sih, informasinya pun juga yang lagi hip di tahun tersebut, misalnya saat mereka memperbincangkan artis, untuk anak muda atau remaja jaman sekarang mungkin akan mengkerutkan kening ketika mendengarnya. Aku juga kadang nggak tahu sih. Hehehe

Menyenangkan. Untuk aku, series ini lucu banget, nggak akan bosan ditonton! Rekomendasi nomor satu buat temen-temen yang suka serial komedi barat! :D

Aku ada beberapa episode favorit, seperti waktu mereka taruhan siapa lebih kenal siapa (season 4) --> ada quote favoritku di sini oleh Monica Geller : THAT'S NOT EVEN A WORD!!

Taken from here


Sama waktu thanksgiving (kalau nggak salah season 8) di mana Brad Pitt jadi bintang tamunya. Terus waktu nikahannya Phoebe juga. Terus waktu mereka ikut lotre. Sama waktu thanksgiving di season 10. Dan...masih banyak sih, aku nggak hapal. Maaf ya, aku fans yang kurang baik  -_____- 

Dari series ini banyak hal yang aku pelajari, teman-teman. Hehehe.

Ternyata untuk menjadi orang dewasa nggak melulu berpikiran serius, sah-sah aja ketika kamu berperilaku konyol bersama teman-teman dekat. Mengikuti passion dan kata hati itu penting, itulah kunci untuk mengenali diri. Menjadi diri sendiri tanpa melanggar hak orang lain itu boleh, nggak masalah. Cinta itu rumit, apalagi kalau nggak diakui. Apapun kesalahannya, minta maaf dengan tulus ke sahabat akan selalu dimaafkan, berapa pun lamanya proses dan konsekuensi yang harus dihadapi. Rahasia itu ada baiknya untuk disimpan sendiri, tapi baik pula untuk dibagi bersama sahabat yang terpercaya. Menikah itu...simpel, pernikahannya yang ribet. Jodoh udah ada yang ngatur, kalau emang jodoh nggak akan ke mana-mana --> sedikit penerangan untuk yang lagi galau jodoh.

Taken form here

Yang paling penting dari keseluruhannya sih...bahagia itu banyak caranya. Bukan hanya karena mampu membeli sesuatu atau status pernikahan. Selagi ada yang menemani dengan tulus dan jujur, hidup rasanya akan lebih mudah. Itulah pentingnya untuk menjadi sahabat yang baik, membangun kebahagiaan diri dengan belajar membahagiakan orang lain :)

Taken from here

*curhat dikit*
Setelah melihat series ini, aku jadi merasa bahwa aku bukanlah teman yang baik. Aku nggak selalu ada saat dibutuhkan. Aku nggak selalu merespon dengan kepedulian yang maksimal.
Aku masih harus belajar lagi menjadi teman yang utuh.
Aku sendiri kadang masih ngerasa sendirian sih....
It feels terrible. 

F.R.I.E.N.D.S

by on February 01, 2012
Taken from  here I'll Be There For You (by The Rembrandts) So no one told you life was gonna be this way *clap*clap*cl...
Sejak SMP sampai SMA, aku nge-fans banget sama Jamie Cullum. Suaranya menenangkan, enak buat rileks. Aku juga sempat beli kedua kaset pertamanya. Benar, kaset, saudara-saudara! Waktu itu aku cuma mampu beli kaset di Gramedia. Tapi itu udah mending banget, masih bisa beli kaset. Dulu masih cupu, belum kenal download dan mp3 itu apa juga masih belum paham. Dulu habis beli kaset langsung deh, uang jajan tinggal separuh. Hari-hari berikutnya pun jadi ngirit habis-habisan, bawa bekal ke sekolah, dan mintain jajanan temen. Hahahaha

Edited by me in picnik.com
Anyway, dulu aku paling suka ndengerin kasetnya waktu mau bobok siang. Entah karena kualitas player ku yang jelek atau apa, tapi musiknya Jamie Cullum terdengar lembut dan terkesan 'jauh', nggak jelas-jelas amat, jadinya pas lah buat pengantar tidur. Selain itu lagunya juga bagus-bagus. Favoritku adalah Photograph, London Skies, Nothing I Do, Old Devil Moon, 21 Something, aaaa banyak lah!

Musisi imut beraliran jazz ini sempat menggoncangkan duniaku. Berlebihan emang, tapi begitulah adanya.

Jadi, waktu dia ke Indonesia buat Java Jazz tahun 2008 (kalau nggak salah ingat), dia diberitakan dicium sama Azhari bersaudari. Bener banget. Ciuman sama kakak beradik bohay itu. Aku waktu lagi di kelas TI, lagi googling namanya dan tahu-tahu muncul berita menggemparkan itu.

WHAAAAAT??? Those b@$#% kissed him for real?? WTF!!

Lalu aku mencak-mencak di depan komputer kayak orang gila. Teman-temanku pun jadi sasaran.

Ngomong-ngomong tentang gila, dulu aku juga pernah jadi gila gara-gara dia. Ya....gila sama iseng bermain dengan imajinasi beda tipis kali ya. Jadi waktu SMA, aku pernah nulis surat di buku yang aku tujukan ke Jamie Cullum, yang isinya adalah bagaimana besar keinginanku untuk motong rambutnya yang waktu itu lagi gondrong. Gemeeeeees!! Pengen motong rambutnya!! Kyaaaaaa~!! >o<



Sounds insane, I know. Alay banget yak. -____-

Sekarang...aku nggak segila itu, aku nggak secinta itu sama Jamie Cullum. Udah jarang ndengerin lagunya, ya mungkin sekali-kali aja kalau lagi pengen. Sekarang kalau ada berita dia tunangan sama siapa kek, dicium siapa kek, ditelanjangi siapa kek, aku nggak sepeduli dulu. Mungkin karena banyak musisi lain yang baru aku kenal setelah itu, mungkin karena urusanku semakin banyak sehingga kurang ada waktu untuk fangirling....nggak ding, kayaknya aku hanya malas. Melihat Icong yang fangirling tiap hari bikin aku kangen sama musisi-musisi yang sebenarnya aku ingin nge-fangirling-i (kata opo iki -____-) mereka. Jadi pengen fangirling...

Sekarang artikel-artikel dan gambar-gambar yang aku potong dari majalah atau koran tentang musisi dan aktor favoritku dulu aku simpan di sebuah kotak. Kunamakan Kotak Masa Lalu... Box of Past. Nyahahaha, namanya bikin galau! Kotak itu nggak cuma gambar artis doang isinya,  kapan-kapan aku ceritakan isi kotak itu apa aja ;)

Jamie...Jamie...kayaknya dia sekarang udah tunangan deh. Sama siapa yang jelas bukan aku dan aku nggak kenal. Udah biasa aja sih, nggak ada rasa apa-apa, tapi aku masih suka sama musiknya. Niatku dulu yang ingin memotong rambut Jamie Cullum pun hilang sudah, tertelan oleh keinginanku untuk melakukan hal lain, termasuk untuk membeli iPhone.

Ngomong-ngomong tentang iPhone.... besok ajalah ceritanya.

Daaaaan aku lagi ujian lhoh! Masih ada 2 tugas ujian take home yang belum aku kerjakan padahal Kamis besok harus dikumpulkan. Masih ada 2 tugas tambahan yang belum aku kerjakan padahal minggu depan harus dikumpulkan. Wish me luck ya, ujian semester ini adalah ujian paling nggak niat di sepanjang sejarah perkuliahanku.

Bye bye bye, aku mau garap tugas dulu! ;D

Jamie's Hair

by on January 11, 2012
Sejak SMP sampai SMA, aku nge-fans banget sama Jamie Cullum. Suaranya menenangkan, enak buat rileks. Aku juga sempat beli kedua kaset pert...
Lately I've been thinking (and feeling) that watching TV series is my new hobby. When I've nothing to do, I'll open my netbook and start watching/downloading them. (Piracy? Guilty as charged T~T)

It makes me happy when I'm sad, it makes me feel better when I get a bad day, and it makes my day even brighter when I've been feeling good all day B)

Hehehehee.

Here's the list of my favourite TV series :

  1. FRIENDS
  2. The Big Bang Theory
  3. Modern Family
  4. Community
  5. Leverage
  6. FlashForward
  7. The Last Man Standing
  8. The IT Crowd
  9. Castle
  10. Glee
And the rest....still in progress becoming my favourite :p
Hahahahaa

I want to write post for each of them, so then you can try watch them if you're interested too (like one of my friend who did some kind of review) but I don't know when I have much time for that, I'll do my best though.

Horaaaay~ I've found my new hobby besides eating all the food! :D

This picture? I just googled it.

My New...Hobby?

by on December 28, 2011
Lately I've been thinking (and feeling) that watching TV series is my new hobby. When I've nothing to do, I'll open my netbook...
Yang dulu terpendam kini mendobrak keluar bersama air mata. Bukan mencari simpati, tapi meluapkan  isi hati, walaupun  aku merasa tercurangi. Baru sekarang? Harus sekarang? Di saat yang tidak tepat ini?

Lagi-lagi aku menyombongkan  diri. Aku dulu marah. Berpikir untuk mengamuk  dan melarikan diri. Aku tidak menutupinya.  Aku berkata bahwa aku tidak suka. Berkata bahwa aku tidak berminat dan berniat. Berkata bahwa pilihan yang jatuh kepadaku adalah salah, terburu-buru, tanpa pertimbangan yang matang.

Lagi-lagi aku ingin menjadi pusat perhatian. Lihatlah  aku sekarang. Apa kamu mendengar  tangisanku? Apa mereka yang tidak tahu menjadi mengerti  hanya  dengan air matamu?

Kenapa kamu tidak mengatakan  sesuatu kepada kami jauh hari?

Mengapa kamu berpura-pura kuat selama ini?

Lagi-lagi aku menganalisa. Kesalahanmu  kesalahan kami juga. Walapun kamu bukan satu-satunya yang salah arah, tapi kepura-puraan mu membuatku  marah. 

AS - U

by on December 21, 2011
Yang dulu terpendam kini mendobrak keluar bersama air mata. Bukan mencari simpati, tapi meluapkan  isi hati, walaupun  aku merasa tercuran...
Beberapa anak ngumpul di depan UKP dan gedung B sambil curi-curi pandang ke arah taman Psikologi. Cuaca siang itu mendung, semendung hatiku yang waktu itu habis ujian Psikologi Belajar dan belum selesai belajar Kriminologi. Aku ditemani Hita (which I call Hicul) berjalan menuju kantin, mau nggak mau lewat pinggir taman Psikologi.


Dan tiba-tiba…


Hicul : Eh, Lei…itu artis bukan sih? Kayaknya pernah liat…


Deva (yang kebetulan ketemu di depan pos satpam) : Iya, itu si Rio Dewanto~


Aku : Ooh..bintang iklan Simpati itu ya? *dalam hati : kan itu namanya Sule, bukan Rio #salahiklan* Ngapain dia di sini?


Deva : Itu tadi ada pacarnya, Atika, Atika-nya lagi konsultasi kali di UKP.


Hicul and me : *manggut-manggut*


Hicul : Eh, lewat situ yuk, mau lihat dia dari deket. Hehe


Maka lewat depan Rio Dewanto lah kami menuju ke kantin.


Beberapa orang ada yang biasa aja saat ketemu artis. Ada juga yang cuma heboh kalau ketemu sama idolanya, kalau ketemu sama artis yang nggak diidolain ya biasa aja. Beberapa orang lain selalu heboh kalau ketemu siapa aja, yang penting terkenal. Beberapa orang lain heboh setiap ngeliat cowok ganteng, nggak peduli artis atau tukang parkir. Yang gawat sih, orang yang hebohnya  sampe lupa umur, lupa pacar, atau lupa pesanan soto ayam dari seorang gadis yang lagi galau Krimonologi.


Saat Rio Dewanto mampir ke kantin Psikolgi, saat itu pula lah ibu-ibu kantin berubah menjadi genit.



Ibu kantin 1     : Mas, boleh dong jadi asistennya~  Tapi cari yang muda-muda ya??
 
Ibu kantin 2    : Kurang pedes nggak, Mas? *senyum-senyum*


Ibu kantin 1     : Wong wis tua ningo yo isih seneng ndelok wong bagus! *ketawa genit*



Ini ibu kantin lhoh ya, bukan saya.

Well, nothing I could do about it. Ibu-ibu kantin jarang terhibur di biliknya masing-masing, kunjungan artis tersebut merupakan hal yang baik ;)

Sekilas Info(tainment)

by on November 16, 2011
Beberapa anak ngumpul di depan UKP dan gedung B sambil curi-curi pandang ke arah taman Psikologi. Cuaca siang itu mendung, semendung hatiku...
I woke up this morning with guilty feeling because I yelled (a bit) at my mother while she was trying to wake me up. Padahal Mama nggak  salah apa-apa sih, cuma bangunin aku, seperti hari-hari biasanya. Hanya saja pagi tadi aku nggak terbangunkan oleh alarm yang telah aku setel malam sebelumnya dan itu membuatku kesal. I thought I just woke up on the wrong side of bad again.

But things got better :)


1. Komik buatan Dwi dan diskusi yang menyertainya. Gambarnya Dwi baguus...ceritanya juga menarik, nggak sabar mau baca kalau udah jadi. Ganbatte kudasai~! x3

2. Ketawa denger cerita temen yang akting 'letoy' demi tugas mata kuliah Metode Penelitian Kualitatif (ngakaknya serius, nggak bohong)

3. Curhat dikit sama temen-temen di Psikomed...walaupun sebelumnya suntuk gara-gara satu dan lain hal (next time I'll write about it)

4. Nyicipin serabi kucur yang dibeli Hita.

5. Dapet sms dari Yudho, bilang kalo Sabtu nggak jadi rapat, jadi Sabtu besok bisa maen sama temen-temen Psikomed ke Goa Cemara~

6. Banyak yang ketawa waktu kelompokku jadi energizer di Psikologi Belajar, walau agak wagu juga sih.

7. Berenang~ dan kali ini bareng Wanda.

8. Pulang-pulang makan fetuchini buatan kakak :9


Cuma mau laporan aja. Sebenarnya pengen nulis banyak, tapi mau garap tugas dan posisi netbook lagi nggak enak. Intinya, ternyata hal-hal yang biasa bisa kerasa anu banget :)

Note : 'anu banget' itu bahasa bikinanku yang artinya epic :3 *ngaco*
2NE1, a girl band from Korea
I don't know why they took these pictures, I just googled it,
but I'm proud of them for being brave by showing their faces without make up.

One thing I know about beauty is it's all about perception. It doesn't matter to have flat nose, fatty arms, pimples, or whatever, if you perceive that beauty is not about the looks. But it is, sometimes, that's just the truth. I'm not talking about 'the truth' that pure comes from heart, but the truth that happens in reality. Sometimes people see beauty from what we looks physically. Sometimes beauty is skin-deep and that sucks.

Note : I always believe that beauty is all about what's on our mind.

Sometimes I get jealous when I see beautiful girls. Not just the pretty ones, but girls that so cute and so creative. I don't know whether it comes from last child factor or it's just me feeling envy. I'm not a type of girl that feeling and looking pretty in every seconds of the day, I'm grumpy and when I'm in the wrong mood I'm not even close from the word 'attractive'.

And today, I woke up on the wrong side of bed and that makes me feel ugly. And when we feel ugly, bam!, we are.

So I guess all I need to do is find a way to cure my bad mood and then I'll have confidence to feel pretty again. Hmmm... a stick of ice cream wont be bad...

I Feel Ugly Today

by on October 03, 2011
2NE1, a girl band from Korea I don't know why they took these pictures, I just googled it, but I'm proud of them for being brav...
I wanted to go to Lir after one of my fellas told me there's a cafe which serves Butterbeer from Harry Potter series and ginger ale from Enid Blyton's novels. This is like the dream comes true, I always curious with the 'limun jahe' in Famous Five series! So, two days ago I went to Lir Shop with my friends.



Lir Shop took place in Jl. Anggrek1/33 Baciro, Yogyakarta. It was a small cafe in the middle of redisential, so it's a bit hard to find it. The atmosphere was so quiet when I got there. In the front of the shop, there was a tree with cups dangled on it. It got me thinking, it would be wonderful if they put little lamps in the bottom of the cups and turn them on at night. But I think Lir's idea was 'go green', so it's a slight opportunity for them to do that such a wasful decorative things. But still, I think it was a great idea ;)

the dangled cups
what a pity, we didn't come when the bands playing :(

They named their cafe Mooi. There was only one table of costumers when I got there. There were only six tables so I was glad that we had choices to decide where we gonna sit. When we arrived, the waiter gave us menu and The Story Tree Book (if I'm not mistaken) which the customers can write anything about their day at Lir Shop.

The chairs and the tables were outside the shop. The  chairs and the table were cute, they were in white and green pastel color. I like the table number, it was so cute and colorful. It gave us feeling like we were in the middle of picnic in summer time. I'd always prefer autumn and winter atmosphere, but I enjoy summer and spring too.


it's so cute, isn't it?

our table

the menu is so adorable <3

It was around 1 pm when I and my friends order our food. I was a bit disappointed when I found out that the ginger ale didn't come in personal glass but in a pitcher, so I didn't order that... :(

Here's some pictures of food and beverage we ordered.

hot butterbeer

citrus smoothies

curry fried rice

mother bear's porridge
I ordered some beverage called Pink-something-Summer too (i dont remember the complete name), but i forgot to take the picture. Overall food had a good taste but the curry fried rice was too salty for me.

The food costs around 9k - 25k, and the beverage was about 4k - 14k. I'm not sure about the cost range because I don't remember the cheapest and the most expensive menu -____-

After a long chat with my friends and had some laugh, we went inside to the shop. There was Summer and Spring Store which provide some clothes, bags, and jewelry in summer theme. Well, it seems like the owner really loves all the things about summer and spring time :)

What I like about Lir Shop :
               + very quiet atmosphere, nice place to relax or to read some books
               + cute summer-spring stuff
               + tasty food and beverage
               + not too expensive
               + friendly waiter/waitress
               + at sometimes, they hold nice and creative events (i know it from their blog)

What I don't really like about Lir Shop :
               - one of the napery in my table had wide stain on it, though it was a clean table
               - theres just little variation of food in menu


Anyway, my friends and I had a nice day at Lir Shop! I will go there again someday. Maybe you should try the taste of Mooi by Lir Shop too, where the fiction and reality mingle. That's what they say, so come and prove it! :)

{Lir} Shop : Review

by on September 09, 2011
I wanted to go to Lir after one of my fellas told me there's a cafe which serves Butterbeer from Harry Potter series and ginger ale fro...

Goosebumps. Novel series karangan R.L. Stine yang bertajuk horor remaja ini sempat aku baca waktu aku duduk di bangku SD, mungkin pas aku kelas 4. Seperti biasanya, aku pinjem novel dari Cinul, teman sepermainan waktu aku masih bocah. Cinul ini punya banyaaaaaak buku keren, jadi banyak temen yang pinjem buku ke dia, nggak cuma aku aja. Salah satu orang yang juga seirng pinjem buku ke dia adalah Suraya.

Di suatu sore, saat kami sedang bermain di deket Mushola, tiba-tiba Cinul berkata,






“Mbak Dhita Goose,








aku Bum,







kamu Ps nya Sur.”






Jadilah kami bertiga adalah Goosebumps. *krikk*

Sebenarnya aku lebih suka Lima Sekawan (Famous Five,karangan Enid Blyton), di mana aku jadi Julian, Cinul jadi George, Suraya jadi Dick, dan Inka jadi Annie.

*sebenernya dulu sering ngejek bahwa Suraya adalah Tim, tapi lama-lama kasihan juga sih*

What a wonderful childhood and this story is just a piece of it  :)

all pictures above taken at Mooi - Lir Shop

Meet The Goose-Bum-Ps

by on September 08, 2011
Goosebumps. Novel series karangan R.L. Stine yang bertajuk horor remaja ini sempat aku baca waktu aku duduk di bangku SD, mungkin pas aku...